Postingan

1 month left.

It's been a month. Sudah sebulan ga tulis sesuatu di ini blog, apa lebih kali ya? Lupa, pokoknya begitulah yang terjadi. Ingin mengingat apa yang terjadi belakangan ini. Rindu rasanya menulis, tetapi harus tetap fokus dengan dunia nyata, dan belum ada materi apa pun yang bisa ditulis, jadi aku memilih untuk berhenti sejenak. Lumayan, rehat sedikit membuat kita mendapatkan angin - angin segar yang jarang hadir di kehidupan serba cepat ini. Setelah melewati waktu yang cukup lama, informasi yang berganti dengan begitu cepatnya. Satu hal yang aku sadari secara penuh adalah, jenuh. Iya, jenuh akan sesuatu. Lebih tepatnya, jenuh akan mendapatkan informasi yang begitu cepatnya, sehingga kebanyakan orang kurang menghargai proses. Kita mulai lupa, bahwa untuk membuat sesuatu perlu proses yang panjang. Tidak bisa serta merta langsung jadi dalam waktu sekedip mata saja. Hal ini berdampak, kita jadi mudah marah kepada orang lain, dan juga tidak menghargai yang namanya usaha. Poor us, for liv...

Pasangan Ideal

Membahas pasangan memang selalu menyenangkan. Iya, selalu. Entah, itu tentang hal baik atau buruk. Aku sendiri tidak terlalu suka membahas masalah pasangan pribadiku. Itu masalah pribadi, tidak suka kuceritakan ke orang - orang, tetapi mendengarkan masalah orang lain, mengenai pasangan mereka sesungguhnya menyenangkan. Meskipun, hal itu nantinya bisa menimbulkan yang namanya perselingkuhan dan sebagainya. Kalau bisa dijaga dan diatur kadarnya, ga bakalan kok. Setelah melihat beberapa video di Youtube tadi, berpikiran beberapa hal mengenai pasangan. Apa pasangan idealmu nantinya? Pertanyaan ini terlintas begitu saja di dalam kepala, dan akan menjadi masalah besar kalau tidak dituangkan dalam tulisan, seperti malas belajar contohnya. Memang konyol, tetapi sebagai mahasiswa, kita selalu ada alasan untuk malas belajar, kan? Haha, sorry, my bad. Beberapa dari teman, pernah bilang begini, "kalau cari pasangan itu cari yang payudaranya besar, puas." "kalau cari pasangan it...

Justin Timberlake. Awesome and Adorable.

Wow. Itu kata yang pertama ketika mendengar namanya Justin Timberlake. Tidak, aku tidak sampai tergila - gila seperti orang lain kalau sudah nge- fans sama salah satu artis. Aku hanya suka, begitu saja. Bahkan mungkin aku termasuk orang yang cuek, meskipun suka pada satu hal. Aku hanya tahu lagunya saja, tidak yang lainnya. Tidak penting, buat apa? Setelah mendengarkan beberapa lagu dari artis lainnya, mungkin hanya si JT ini yang bisa membiusku. Tidak berlebihan, bahkan cenderung elegan. Mukanya kalem, dan gayanya tidak berlebih. Benar - benar menunjukkan kelas yang berbeda dari artis yang lainnya. Mungkin kamu harus coba lihat video clip yang lainnya biar kamu tahu maksudku. Intinya, dia keren banget. Pertama kali tahu JT ini dari lagu pertamanya, Mirror. Awalnya risih, karena ya lama banget, 8 menit. Pakai aku tidak terlalu mengerti bahasa inggris waktu itu, berasa paling bego kalau dengar lagunya. Akhirnya, setelah butuh waktu sekitar beberapa bulan dan belajar bahasa inggris...

Can we travelling again?

Can we travelling again? Pertanyaannya selalu terlintas di kepalaku. Itu pertanyaan terakhir, yang ditanyakan dengan senyum dan nada meminta dengan sangat. Aku mendengarnya pun tidak sampai hati, ingin sekali lagi kuajak dia berjalan - jalan dan melihat dunia, tetapi itu sudah tidak bisa lagi. Kenapa? Ya, karena kita sudah memutuskan untuk berjalan sendiri - sendiri. Kita. Atau mungkin hanya aku saja yang memutuskan begitu. Ada pepatah yang bilang, kalau ingin bisa melihat banyak tempat, pergilah sendirian. Kalau ingin menimbulkan kenangan dan cinta, pergilah dengan pasangan. Sedangkan, kalau ingin berbagi keluh kesah dan lepas dari sakit hati, pergilah dengan sahabat. Aku baru menyadari hal ini, setelah berjalan cukup jauh dari rumah. Cukup jauh. Pernah aku pergi dengan teman, mengelilingi beberapa tempat di Jawa, seperti Bandung, Jakarta, Malang dan beberapa kota lainnya. Aku mendapatkan banyak hal, seperti tahu bagaimana cara bersenang - senang, lebih bebas dalam bercerit...

Suicide Is Not Crime

  Suicide is not crime .   Oke, judulnya saja sudah cukup bikin mikir. Bagaimana bisa? Bunuh diri itu dosa kali, Cal. Kok bisa kamu bilang itu bukan kejahatan? Tuhan sendiri menolak adanya itu, tetapi kamu malah bilang begitu. Kamu mau ngelawan kehendak Tuhan?   Tunggu, sabar jangan terburu - buru. Silakan disimpan terlebih dahulu opini kalian, tidak ada yang salah dengan opini kalian, tetapi dengarkanlah pendapat dari orang yang pernah nyaris memilih untuk mati saja daripada hidup dalam kehampaan. Itu aku. Aku pernah seperti itu, dan terkadang seperti itu. Jadi, dengarkan aku, ok?   Dulu, ketika jaman masih SMP kalau tidak salah. Pernah terpikir untuk bunuh diri saja. Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti bullying . Hal ini pun juga terjadi di jaman SMA, sebenarnya masalah sekolahku tidak terlalu baik untuk diceritakan, tetapi selalu menarik kalau ditarik lagi ceritanya dan dijadikan salah satu pelajaran hidup. Akhirnya kuputuskan u...

IPK 1.7

Gambar
Aku ada cerita, tentang masa kuliah tentunya. Jujur, masa kuliahku tidak semulus ketika di SMA. Ya, semua yang ada di SMA ternyata tidak terimplementasikan sebaik mungkin di kuliah. Kukira, di kuliah nanti bakalan dapat nilai bagus, ternyata tidak begitu. Kukira, di kuliah bakalan dapat banyak teman asyik, ternyata tidak begitu. Kukira, banyak yang kukira di awal bakalan kejadian, ternyata tidak begitu. Jatuh? Jelas. Ingin aku meracau saat itu. Ketika semua masalah datang silih berganti, menghancurkan mimpi dan harapan yang pernah dibangun, tetapi mengeluh bukanlah kunci dari semua masalah kan? Mengeluh itu, sama saja seperti kamu mengeluarkan tenaga 2 kali lipat lebih besar daripada kamu melakukannya langsung. Lalu, ketika aku membuka Youtube beberapa belakangan ini, ada 1 video yang menggugah. Silakan dilihat, dan mungkin kamu akan mengerti apa yang kurasakan. Kalau tidak, mungkin kalian harus mencoba IPK 1.7 biar paham. Bagaimana?

Konten Sampah

Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten sampah. Konten ...