Postingan

Bersedih

Biarkan diriku hari ini untuk bersedih. Ya, setidaknya sampai pertengahan malam. Sehingga, besok akan tercipta tawa. Dan, bahagia kedepannya. Tidak pernah berharap selamanya. Karena selamanya tak pernah ada. Hanya saja, aku ingin menikmati. Sehingga, tak ada penyesalan di keesokan hari.

Tahu Diri Sendiri

Setelah beberapa lama ini tidak olahraga, aku mencoba jalan kaki lagi tadi pagi. Hasilnya? Lumayan. Iya, lumayan bikin badan rontok lagi. Sial. Ternyata efeknya sebegitu parah ya? Tapi, mau bagaimana lagi? Itu konsenkuensi kalau misalnya badan tidak dibiasakan untuk berolahraga. Hasilnya, tepar tiada tara. Tapi nih ya, kalau dihitung antara buruk dan baiknya. Aku melihat banyak hal baik dari ini. Maksudku, aku jadi tahu sebenarnya alergiku itu lebih ke arah suhu dingin. Tadi pagi saja, karena Surabaya sudah memasuki musim hujan, alhasil cuaca menjadi sangat dingin gila-gilaan. Karena itu pula, timbullah penyakit gatal-gatalku lagi. Pengen emosi sih, tetapi ya sudah, konsekuensi badan kurang prima ya begitu. Dinikmati. Terus, aku menjadi sadar, bahwa menjalankan banyak akun secara bersamaan itu tidak menyenangkan. Aku mengelola 2 akun untuk saat ini. Pertama tentang IG sendiri, lalu IG yang lainnya tentang isi foto-foto sedapatnya di jalan. Capek. Karena harus berpikiran tent...

Libur

Libur

i go to the next step.

i go to the next. For sure. I know it. It's getting harder, of course. But right now, i go to the next step. Aku benar-benar benci diriku. Kalau ada sesuatu yang bisa sangat aku benci, ya diriku sendiri. Aku sendiri tidak tahu alasannya, tetapi sepertinya karena diriku sendiri itu sekumpulan dari hal-hal idiot yang sebaiknya tidak dilakukan. Ya, tetapi karena namanya manusia juga, jadi saya menikmatinya. Aku sangat yakin bahwa diriku sendiri menuju hal yang lebih jauh. Aku pergi ke tahapan berikutnya. Kenapa aku bisa begitu yakin? Entah, aku belum bisa menjabarkannya secara detail, tetapi aku merasa bahwa Tuhan mulai mengijinkanku untuk melakukan yang aku sukai. I know it sounds cliche, but let's make everything works. Pray for me, pray for us. Nb: Selamat natal dan tahun baru bagi yang merayakan, dan untuk korban bencana, semoga diberi yang terbaik. Amin.

Selamat Hari Ibu

Selamat hari ibu! Ya! Selamat hari ibu! tentunya bagi semua yang merayakan dong! Baik itu ibunya masih ada, atau mungkin berhalangan hadir bersamamu untuk saat ini, aku akan tetap mengucapkan selamat hari ibu! Mempunyai seorang ibu tentunya merepotkan ya. Punya ibu saja repot, bagaimana menjadi seorang ibu? Lebih repot tentunya! Sebagai seorang yang lebih sering banyak durhakanya, daripada hal baiknya, merayakan hari ibu sama saja seperti merasakan berdosa atas semua hal yang sudah terjadi. Hahaha, ini serius! Maksudku begini, bayangkan kalau misalnya kita sering banget melakukan hal jelek, terus tiba-tiba ada perayaan hari ibu, tentunya rasanya kek gimana gitu. Terbiasa dengan tidak berkata hal baik ke ibu sendiri, membuatku merasakan canggung ketika melakukannya. Buruk? Tentu! Gambaran yang terlihat, aku seperti seorang anak durhaka sekali:( But i don't mean that. Sungguh. Sebenarnya banyak sekali yang ingin aku tulis, cuma aku takut akan mewek, jadi yaaaa, selamat hari ibu! ...

pesan pertama

Menuju 2019, biasanya dipenuhi dengan resolusi untuk berubah menjadi lebih baik. Sebelum memasuki saat itu, aku mau coba sedikit mengevaluasi, apa saja yang telah terjadi selama setahun belakangan ini. Let's start with a good thing first, ok? 1. Memulai dg merantau ke JKT, mencoba mencari tahu tentang perkuliahan S2, dan baru menyadari. Kalau mau masuk ke JKT, berarti harus menaikkan standar hidup 2-3x lipat dari SUB. 2. Diajakin gabung @lingkarsinergi, buat improve skill dalam hal public speaking. 3. Pergi haji. 4. Travelling ke Singapura, Thailand, dan beberapa negara lain. 5. Bisa sharing soal menulis. 6. Ketemu dengan komunitas bercerita yang kece @litesub Dan masih banyak bangeeet hal baik yang aku pelajari. So feel blessful, karena ga pernah kepikiran bisa ada di posisi ini. Seriusan. Beberapa tahun yang lalu, cuma dalam mimpi aja bakalan bisa dapetin hal itu. Ga pernah kepikiran buat hidup menjalani yang aku suka, dan aku cukup bersyukur akan hal itu untuk saat ini. ...

pesan dari neraka

pesan dari neraka. Terdengar sangat creepy, ya? Hahaha, aku juga berpikiran begitu kok. Tetapi, entah kenapa lagi sering kepikiran hal ini. It reminds me a lot bout myself. Pesan Dari Neraka. Semacam representasi dari yang telah, dan masih aku lakukan hingga sekarang ini. Neraka. Akrab sekali di telingaku. Ah. Sial. Aku mulai banyak bicara. Baiklah, aku mau melakukan sesuatu yang lebih produktif kalau begitu. Tidur misalnya. Hehe. See you on my next post, fellas! Nb: i love you, seriously. Sorry for make so many excuses, but let's make this holiday more awesome than before. Bye. See ya!