Beauty and The Beast | Review Film

Setelah City of Star, salah satu film fenomenal yang berpotensial untuk memenangkan piala Oscar, berakhir gagal. Gue cuma bisa ngakak saja sih pas ngeliat siaran ulangnya, karena ya mau bagaimana lagi? Sometimes everything wont happen like what we want kan? Sesuai dengan yang dideskripsikan sama film City of Star itu lah, kalau belum lihat, silahkan lihat dulu. Biar gue ga banyak spoilernya.

Sepertinya, film yang bakalan bernasib sama seperti City of Star ada lagi deh, judulnya Beauty and the Beast. Why i said like this? Maybe you can watch it now, sebelum gue spoiler lebih jauh mengenai film yang diperanin Emma Watson ini. Lagian juga, berhubung film ini keluar pas weekend, sekalian deh ada alasan buat hangout dengan gebetan, itu kalau punya ya :p

Jadi, semalam, baru banget nonton film ini, karena berhubung premiere, jadi cari tiketnya sedikit susah, dan benar saja, hampir semua bioskop yang ada di Surabaya, seperti Grand City dan Tunjungan Plaza, ramainya bok, mana tahaaaaan :((((. Meskipun ya, kalau dibandingin dengan premiere-nya Harry Potter, kalah jauh lah. Itu kalau mau nonton filmnya, harus ngantri dari jam 12 siang buat dapetin tiket, itupun jam malam dan ga enak tempat duduknya, horor deh.

Akhirnya, karena tahu bakalan ramai banget, dan gue juga beruntung banget, jadi rumah gue ini dekat banget sama Marvell, kalau jalan kaki itu cuma perlu waktu 15 menit, dan kalau mau naik kendaraan, ya cuma butuh 5 menit kurang deh, enak banget kan? Ya, meski bioskopnya bukan XXI, tetapi CGV. Pokoknya gue ga ketinggalan film terbaru dan ga perlu ngantri bejibun :p

Kalau boleh jujur, gue sebenarnya kurang suka dengan film dengan film genre sejenis ini, ya kurang suka saja, kurang laki menurut gue. Karena kan prinsip dasar buat nonton film adalah biar terhibur, bukan untuk makin stress liat film drama yang ga jelas, apalagi gue sudah tahu endingnya, pas deh gue sudah ngata - ngatain filmnya di awal. Pakai acara ada yang pacaran lagi di belakang gue, bukan pacaran yang romantis, tapi kek apa - apa dikomenin begitu filmnya, seperti pas adegan beast nya muncul, si pacar bilang "itu yang, mirip kamu ya:3". Ingin gue tampol tapi lucu juga dengarnya. :((((

Selama nonton, banyak banget scene yang bikin stunning. 11:12 lah dengan City of Star yang memang berlimpah scene cakepnya. Ditambah dengan akting dari Emma Watson yang selalu bikin geregetan, tapi entah mengapa di beberapa bagian, ada yang terasa janggal dengan Emma, seperti terasa kurang menyatu dengan filmnya. Terlihat dipaksakan, seperti mau melakukan sesuatu tapi ragu. Entah ini hanya pikiran gue semata, tapi kalau penasaran, silahkan lihat sendiri dan coba buktikan, omongan gue benar apa engga.

Joke, merupakan salah satu bagian penting dalam film, biar filmnya ga ngebosenin dan masih enak dilihat. Penerapannya di film ini pun sebenarnya sedikit sekali, ya mungkin sekitar 30%. Itu pun penerapannya tidak tersurat begitu, jadi hanya bisa sebagian orang saja yang bakalan paham joke-nya. Agak ironi juga, coba bayangin, bagaimana rasanya, kalau ada joke yang sudah dipersiapkan secara matang, tapi ga berhasil? Cuma bisa ketawa nanggung begitu, macam mau boker, sudah di kamar mandi, eh si tai masuk lagi:(

Kesimpulan dari film ini, sebenarnya kuncinya ada di Emma Watson, dia yang menentukan jalan ceritanya, terutama dengan julukan "wajah tanpa ekspresi" yang dipunya, menjadi tantangan sendiri buatnya, Karena di film ini, lu bakalan ngeliat muka Emma dengan berbagai macam wajah, langka loh ini!!!

Untuk pemain yang lainnya, cukup bagus, dan jujur saja, kalau gue ga tahu banyak soal pemain filmnya, karena ga terkenal :(, tetapi, untuk film ini gue kasih nilai 7/10 deh. Karena banyak faktor seperti scene yang kece dan CGI yang bikin ngehe ngeliatnya. Singkat kata, film ini recomended buat yang mau lihat film santai dan mengisi hari libur, buruan nonton deh!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi berakhiran U

Pecel Lele | Puisi

Blog Makanan