Pemikiran Setelah Bangun Tidur


Terkadang, saat paling jujur dalam kehidupan adalah bangun tidur. Iya, ketika kita bangun tidur, kita menyadari apa yang telah dilakukan, dan apa yang ingin sekali dilakukan ke depannya. Maksudnya, selama kita bangun, kita hampir jarang sekali memikirkan diri kita sendiri, yang ada dalam diri kita saat bangun adalah berusaha untuk membahagiakan yang lain. Sedangkan ketika kita tidur, yang ada dalam diri kita hanyalah diri kita sendiri. Jadi kita lebih aware terhadap pilihan kita sendiri. Kita lebih tahu akan kebutuhan dan keinginan diri kita sendiri.

Kalau ditanya, teori ini dapat dari mana, aku cuma bisa menjawab, "baru saja ini, pas banget baru saja bangun tidur. Hehe." Receh sih, tetapi bagaimana lagi coba? Kadang hal baik terlintas begitu saja, dan ketika ditelaah lebih dalam, memang begitu adanya. Ya, terus setelah itu terjadi, masa kita harus menolak tentang fakta yang ada? Tidak kan? Ya, kalau begitu, kita harus saling belajar menerima fakta yang ada. Kita harus saling belajar menerima fakta yang ada.

Tapi begini, aku coba tanya 1 hal ya, pertanyaannya sederhana, 'kamu sudah tinggal di "tempat" yang kamu mau tidak?' Sederhana kan? :) Aku rasa iya, tetapi menjawabnya yang bingung. Kalau aku bilang, aku belum tinggal di tempat yang aku inginkan, nanti aku bakalan kena azab karena kurang bersyukur. Tetapi, kalau aku bilang sebaliknya, aku akan amat sangat membodohi diriku sendiri.

Lalu, aku coba berdiskusi dengan beberapa teman mengenai hal ini, berdiskusi santai tanpa berharap ekspektasi tinggi terkait jawabannya. Jawaban yang aku dapatkan pun sangat beragam ternyata, beberapa orang bilang, "kamu sudah di posisimu kok, aku ingin sepertimu malah. Keren kamu." "Aku sih lihatnya belum, tetapi aku tahu kamu akan mengarah ke sana kok ke depannya." Lalu, ada juga yang bilang, "Kamu nyaman tidak? Kalau belum nyaman, berarti belum ada di posisimu yang seharusnya." dan jawaban yang paling bikin aku terdiam adalah, "tergantung, bagi sebagian orang, kamu pasti dibilang belum sampai di posisimu, tapi ingat juga, banyak banget yang mau di posisimu sekarang ini. Banyak banget. Banyak bersyukur saja. Karena habis ini, 'angin besar' bakalan datang ke kamu."

Setelah semua itu, aku berusaha mencari sebuah kesimpulan untuk diriku sendiri. Menurutku, posisiku termasuk posisi yang berada di 'tengah' jalan. Sedang berada di antara orang-orang yang memang ingin menjadi sepertiku, dan aku mengarah menjadi yang aku mau. Aku harus bersyukur untuk posisi ini, tetapi juga berjanji pada diri sendiri, setelah aku melewati 'fase' ini, aku tidak akan melakukan yang aku tidak suka. Aku tidak akan melakukan yang bukan aku banget. Aku berjanji pada diriku sendiri. Aku berjanji.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi berakhiran U

Pecel Lele | Puisi

Blog Makanan