Postingan

Tumbuh Dengan Komik

Lelaki itu sebenarnya sederhana, tidak perlu ribet seperti perempuan ketika memilih lipstik, alat make up atau baju saat pergi ke kondangan. Kita hanya perlu dikasih yang kita suka. Mainan. Mudah kan? Kalau laki, sudah dikasih yang namanya mainan, pasti diam. Mau diajak belanja keliling mall yang lantainya ada 15 pun di jabanin sudah sama si laki. Percaya deh. Setiap laki, punya mainannya masing - masing, ada yang doyan banget main game yang ada di laptop atau komputer, seperti DoTA. Ada juga yang doyan permainan di handphone seperti Mobile Legend. Atau juga tipikal gue, ga terlalu doyan main game, tetapi suka banget sama yang namanya komik. Kalau sudah baca komik itu bisa ga terasa begitu. Waktu cepat banget berlalu. Perasaannya hampir mirip dengan ketika main game. Baca komik pun beragam genrenya. Ada yang suka komedi. Ada juga yang suka action . Ada juga yang demen sama romantis - romantis. Banyak pokoknya. Apalagi sekarang ini, fasilitas itu mudah banget didapatkan. Hanya meng...

Cinta Pada Seni

Aku cinta seni. Itu saja. Tidak bisa diungkapkan seberapa besar rasa cintaku terhadap seni, tetapi mungkin penggambaran paling mudah adalah, seperti mengucapkan jatuh cinta ketika masa SD dulu. Cinta. Tanpa syarat. Sudah. Itu saja. Dan mungkin, akan tetap seperti itu. Dalam hal seni, apa pun yang dihasilkan dari jeri payah kita, ya termasuk karya seni. Seperti bermain musik, nada yang dikeluarkan dari alat musik yang kita mainkan, itu termasuk seni. Atau mungkin, seperti pelukis, ketika dia bermain dengan kuas dan tinta yang digerakkan secara perlahan sesuai irama yang ada di dalam kepalanya, lalu jadilah 'karya seni' versi diri mereka. Dulu, ketika masih kecil, karya seni yang bagus itu bisa tercipta dengan hanya kedipan mata. Iya, 'kedipan mata' saja. Tidak perlu usaha keras, hanya membuat sesuai 'jalan' pikiran yang dia punya. Lalu, jadilah karya seni yang luar biasa. Waktu itu. Ketika, semua terasa begitu sederhana. Mungkin, kamu akan mengira aku bodoh, ...

Ramadhan Be Like

Akhirnya bisa tulis sesuatu lagi di blog ini, setelah mengalami beberapa insiden, seperti libur lebaran selama beberapa hari belakangan ini. Oh ya, mau mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, bagi yang merayakan. Bagi yang tidak merayakan, mohon maaf lahir dan batin, semoga kesalahan yang pernah sengaja dan sengaja banget, dimaafkan. Iya, aku minta maaf kalau resek banget jadi orang. Ke depannya akan berusaha aku kurang - kurangi kok. Aku usahakan. Nah, karena Ramadhan itu sesi yang bisa dibilang maaf - maafan. Terkadang orang menjadi lebih resek daripada sebelumnya. Iya, resek banget. Kebanyakan orang, ketika ramadhan itu selalu pertanyaan yang remeh - temeh. Seperti misalnya, sudah kelas berapa? Nilai di kampus bagaimana? Pacarnya kok ga dibawa? Anaknya sudah berapa? Dan seterus - terusnya. Begitu saja terus. Peduli? Engga, mereka hanya bertanya sekedar biar ada bahasan saja. Sebenarnya mah, ga ada bahan obrolan apa pun. Sekalipun ada yang peduli, mungkin bisa di hitung jari lah...

Puasa Berakhir

Setelah sebulan berlalu. Akhirnya puasa kelar juga. Bilang begini, bukan berarti senang ya. Tetapi sedikit lega. Kenapa lega? Karena, selama sebulan terakhir, puasa belum ada yang bolong. Meskipun ga sahur sama sekali, bukan berarti puasa bisa bolong seenak jidat. Kalau kek begitu mah, mungkin bulan ini ga puasa sama sekali. Tetapi, dengan tidak sahur selama bulan puasa, ada beberapa hikmah yang didapat. Seperti berat badan yang konsisten menurun, meskipun tidak begitu drastis turunnya. Tetap saja, hal ini memberikan efek lebih fokus untuk mengerjakan sesuatu. Karena perut kan bunyi terus, itu dari pagi hingga waktu berbuka. Mau gagal fokus bagaimana, perut suaranya ganggu banget. Selain itu, ada perasaan lain juga. Pertama, kecewa terhadap diri sendiri. Tidak banyak perubahan yang sudah ku lakukan selama bulan puasa, ibadah juga sering bolong, terus kerjaan cuma tidur doang kalau lagi nganggur banget. Sangat - sangat tidak bermanfaat. Menyesal? Bagaimana ya... aku tidak hidup dengan...

Kamar 'Baru'

Kalau sudah usia 21, seharusnya sudah punya tepat tinggal sendiri. Minimal ngekos atau sewa kontrakan bareng teman. Niat awalku begitu, tetapi, seperti yang kita tahu, keinginan tidak selalu berjalan seperti yang diharapkan. Bahkan menjadi lebih buruk, kalau memang lagi sial. Tetapi, tidak semuanya begitu kan? Untungnya sih, ga sampai buruk. Cuma ya tidak sesuai harapan. Karena, sampai sekarang tinggal di rumah dengan orang tua, banyak suka dan dukanya. Suka seperti makanan tidak perlu bayar, karena ya tinggal sama orang tua, ngapain harus bayar? Bukan berarti ga punya rasa sungkan atau bagaimana ya, nanti setelah KKN, aku bakalan cari tempat tinggal sendiri deh, biar lebih tenang, dan ga gangguin orang rumah. Dukanya sih, tentu kurang bebas. Meskipun, tetap dibolehkan pulang jam berapa pun, tetap saja ada perasaan yang kurang 'bebas'. Orang tua memang tidak banyak melarang tentang apa yang ku lakukan, mungkin cuma diingatkan ketika melenceng keluar jalur. Tetapi, karena itu ...

Konsep baru

Sebenarnya, aku belum bisa memberitahukan ini ke banyak orang. Belum bisa aja gitu, karena semua masih persiapan, dan belum mateng. Tetapi, aku butuh bantuan kalian. Doa aja cukup, kalau mau bantu lebih ga masalah, bakalan lebih bagus lagi kalau bantu ide. Jadi, selama beberapa belakangan ini, ada konsep untuk berbagi amal begitu, jadi niatnya, kek pengamen - pengamen di luar negri gitu, kalau kalian pernah liat Ed Sheeran sebelum terkenal, dia harus mengamen dulu dari satu tempat ke tempat lain. Hingga bisa mencapai posisi yang sekarang ini. Berat? Tentu. Tetapi selalu worth it untuk orang yang mau berusaha. Lalu, karena ku rasa konsep ini cukup bagus, ingin ku terapkan di Indonesia, jadi aku bakalan stay di satu tempat, bernyanyi di sana selama 1 jam penuh, tidak mengharapkan bayaran, tetapi ada yang mengapresiasi dengan senyum saja sudah cukup menyenangkan. Doakan. Mungkin terkesan idealis, tetapi jujur saja, ini masih konsep, baru bisa dijalankan nanti, setelah KKN ku selesai, ...

Kurang Bersyukur

Dapat pelajaran itu bisa dari mana saja. Bahkan, ketika ga ada kerjaan sekalipun, selalu ada pelajaran yang bisa diambil. Seperti tidak boleh buang - buang waktu misalnya. Eh, tapi bagaimana ya? Malas - malasan enak sih, berasa ga ada beban sama sekali ini otak. Hehehe. #TimDoyanMalasTipis2 Jadi, sebenarnya aku ada sedikit kebiasaan yang sudah ku lakukan selama beberapa bulan belakangan ini, yaitu berkebun. Iya, berkebun. Bukan karena aku suka tanaman ya, karena nganggur saja, ga ada kerjaan yang begitu berarti. Kerja cuma freelance dan duitnya biasa - biasa. Akhirnya untuk mengatasi stress, ya berkebun pilihan paling normal dan hemat. Karena berkebun sudah cukup lama, dan sepertinya perlu penambahan di beberapa sisi, seperti membeli rak tanaman, biar kalau mau nyiram, bisa kena semua. Akhirnya kemarin - kemarin manggil tukang las buat ngebentuk desainnya mau seperti apa, dan mau di bagaimana kan tamannya. Hari ini, tukang lasnya datang, bawa raknya, tetapi belum digabung begitu. ...